spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
NUSANTARA
spacer
 
Lasykar Jihad Versus PDI P
Lasykar Jihad Kecewa Pada Polisi Jawa Timur

Surabaya, 3 Desember 2001 13:08
PENGACARA Laskar Jihad memprotes Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, karena terkesan terlalu cepat dalam menangani Tragedi Ngawi, tapi lamban dalam menangani pemicu kehadiran Laskar Jihad di Ngawi.

"Sampai hari ini, pemicu kasus yang menyebabkan Laskar Jihad hadir di Ngawi belum ada satu pun orang yang ditangkap," kata koordinator Tim Pengacara Muslim Pusat, H Muhammad Taufiq SH di ruang tunggu Ditserse
Polda Jawa Timur, hari ini.

Menurut dia, pemicu kehadiran Laskar Jihad di Ngawi ada tiga kasus, yakni pembakaran rumah tokoh Forum Umat Islam Ngawi (FUIN), salah satu elemen daari Lasykar Jihad, Muhyi Effendi beserta penjarahan toko dan alat percetakan "Raya Agung" milik tokoh tersebut yang terletak di Jl. A Yani, Ngawi. "Kerugian toko diperkirakan mencapai Rp 120 juta," katanya.

"Saya sudah tanya Sesdit AKBP Didik Prijandono soal itu ternyata belum ada yang ditangkap satu pun, padahal massa pelakunya jelas-jelas orang yang melakukan ancaman dan intimidasi. Ada enam orang yang sempat diamankan di Polres Ngawi tapi dilepas, karena tak cukup bukti," katanya.

Masalahnya, katanya, 22 orang anggota Laskar Jihad yang ditahan dari penangkapan pertama (1/12) dan 80 orang yang ditahan dalam penangkapan kedua (2/12) cukup cepat dalam penerbitan surat perintah penangkapan dan cepat dituduh sebagai pesakitan lalu ditahan.

Padahal, katanya, ke-80 orang itu akan dilepaskan Ipda Choirul Anam dari Polres Ngawi karena dalam proses negosiasi
dengan Abdur Rahman (pendamping tim) memang dijanjikan dilepas jika menyerahkan tiga anggota yakni Agung, Muhyi Effendi (bukan anggota tapi rumahnya dijadikan sekretariat), dan Ustad Abdul Hadi.

Selain itu, katanya, perjalanan 80-an orang yang ditangkap dari Ngawi ke Polda Jatim menggunakan lima truk yang sebenarnya polisi sendiri melarang truk untuk mengangkut orang.

"Dalam perjalanan, ada anggota Batalyon C Brimobda Jatim bernama Kun yang melepas tembakan untuk melarang anggota Laskar Jihad menonjolkan kepala karena mereka diangkut truk dengan diminta duduk serta jongkok," katanya.

Dalam keterangan pers yang juga didampingi sejumlah anggota Laskar Jihad Jawa Timur itu, ia mengatakan penangkapan anggota PDI-P Ngawi Yuwono Susetyo yang kabarnya dilakukan orang berjubah sebenarnya tak dapat didefinisikan sebagai anggota Laskar Jihad.

Tim pengacara tragedi Ngawi itu melibatkan 12 orang pengacara dari Laskar Jihad Pusat, Pusat Studi HAM (Pusham) Universitas Islam Jogjakarta dan Pengacara Muslim Malang. [Dh, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 05 December 2001 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer