spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Pansus Bulog II Bisa Picu Golkar Tarik Dukungan ke Mega

Jakarta, 2 Desember 2001 12:43
Terbentuknya Pansus Bulog II akan sangat memukul kubu Partai Golkar dan hal itu bisa menjadi pemicu untuk menarik dukungan politik kepada pemerintah pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri.

"Struktur politik nasional yang sudah dibangun sesuai hasil SI MPR 2001 sudah cukup kuat, namun hal itu tentunya akan berubah bila Pansus Bulog II terbentuk," kata anggota Fraksi Partai Golkar DPR Antony Z Abidin kepada pers di Jakarta, Minggu.

Partai Golkar sedang dikepung lawan-lawan politiknya yang terus menggiring opini publik untuk memojokkan Akbar Tandjung berkaitan dengan penyaluran dana Rp40 milyar semasa Akbar menjabat Mensesneg.

Antony menyatakan, pembentukan Pansus Bulog II juga akan "dibalas" dengan usul pembentukan Pansus Dana Pemilu 1999 dimana partai-partai besar juga menikmati dana non budgeter Bulog.

"Pembentukan Pansus Bulog II adalah pembunuhan terhadap karakter partai dan karakter Akbar Tandjung berkaitan dengan Pemilu 2004," katanya.

Antony mengatakan, di kalangan internal partai mulai berkembang wacana kemungkinan Partai Golkar menarik dukungan terhadap pemerintah. Hal itu sebagai wujud kekecewaan atas sikap kekuatan politik pendukung utama pemerintah yang ada di DPR yang ternyata ikut memberi dukungan kepada pembentukan Pansus Bulog II.

Pembentukan pansus Bulog II bagi kubu Partai Golkar merupakan pukulan telak. Namun pukulan telak itu justru bisa menggoyahkan struktur koalisi politik yang dibangun sesuai hasil SI MPR 2001.

Struktur politik hasil SU MPR 1999 memang menyalahi hasil Pemilu 1999 dimana partai yang meraik 11 suara bisa mendapatkan jabatan persiden. Namun hal itu sudah dikoreksi melalui SI MPR 2001 dimana partai pemenang pemilu meraih jabatan presiden.

"Partai Golkar sebagai pemenang pemilu kedua seharusnya menjabat RI-2, namun kami tidak terlalu banyak menuntut, apalagi Ketua Umum Partai Golkar sudah mendapat posisi Ketua DPR," katanya.

Dengan posisi sebagai pemenang kedua pada Pemilu 1999 yang tidak menjadi Wapres pada ST MPR 2001, katanya, sebenarnya ada kekecewaan di tubuh Partai Golkar. Apalagi jabatan menteri yang diberikan kepada kader Partai Golkar hanya tiga dan posisinya kurang sesuai dengan keinginan.

Tetapi hal itu tidak menjadi persoalan mengingat struktur politik nasional dibentuk atas koalisi yang sama-sama memberi dukungan kepada pemerintah yang ada. Koalisi itu untuk mendorong pemerintah bisa bekerja dan memulihkan kondisi ekonomi nasional.

"Namun kalau salah satu kekuatan pendukung koalisi itu `dilembahkan`, maka struktur politik akan goyah dan akibatnya pemerintahan bisa goyah pula," katanya.

Dalam konteks itu, katanya, Pansus Bulog II merupakan manuver untuk melemahkan Partai Golkar yang akibatnya bisa menjadi melemahnya dukungan politik kepada pemerintah. Terbentuknya Pansus Bulog II bisa memicu partai ini menarik dukungan politik sehingga dukungan dan kekuatan politik pemerintah bisa berkurang.

Berkaitan dengan penggunaan dana non budgeter Bulog pada Pemilu 1999, anggota DPR dari daerah pemilihan Jambi itu mengungkapkan, kemungkinan partai-partai besar menikmati dana tersebut.

"Karena itu jangan hanya Partai Golkar yang dipojokkan, sebab partai lain bisa jadi juga mendapat kucuran dana itu atau dana-dana lain. Jadi jangan hanya menuduh kami," katanya.

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 02 December 2001 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer