spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
WISATA & HIBURAN
spacer
 
The One
Berburu Kuasa di Jagat Paralel

topik-des-02-oke

Jakarta, 2 Desember 2001 00:51
GAGASAN tentang multijagat muncul sejak berabad-abad silam. Sejumlah ilmuwan menyatakan, dalam tiap dunia yang tak berhingga itu ada satu salinan bumi dan satu tiruan setiap insan. Teorinya, ketika sebuah lubang hitam tercipta, jagat paralel pun terbentuk pada waktu bersamaan, yang jaraknya cuma beberapa milimeter dari kita.

Ide itulah yang akhirnya coba diangkat dua penulis skenario The X-Files, James Wong dan Glen Morgan, dalam film fiksi ilmiah laga, The One. Film yang dibintangi master wushu kelahiran Beijing, Cina, Jet Li, itu mengambil latar belakang 125 dunia paralel. Masing-masing dihubungkan lubang cacing yang membuka dan menutup dengan interval teratur.

Untuk mengantarkan penonton masuk ke dalam The One, yang ceritanya memang cukup ruwet, Wong dan Morgan memaparkan narasi pada awal film. ''... ada dunia paralel, dan kekuatan jahat yang berusaha menghancurkan keseimbangan di antara jagat-jagat itu... kekuatan yang dikuasai nafsu untuk menjadi 'the one' --sang satu-satunya.''

The-one Dikisahkan, Yulaw (Jet Li) adalah mantan detektif Biro Penyelidik Multijagat (MBI). Ia telah melakukan perjalanan ke 123 dunia paralel, dan membunuh 123 ''dirinya'' yang lain di tiap jagat itu. Ketika satu ''dirinya yang lain'' bisa dibunuh, secara otomatis kekuatan dan energinya berpindah ke Yulaw. Artinya, Yulaw kini telah memiliki power 124 pribadi.

Sebuah teori menyatakan, jika 124 pribadi yang lain itu bisa dibunuh, Yulaw akan memiliki kekuatan setara dengan para dewa. Tak mengherankan kalau akhirnya Yulaw ngotot mengejar satu-satunya ''dirinya yang lain'' untuk mendapatkan kekuatan super itu. Dan korban terakhir itu bernama Gabriel Law (Jet Li) alias Gabe, veteran sheriff yang mukim di Los Angeles, Amerika.

Gabe adalah pria kebanyakan yang hidup bahagia dengan istrinya, T.K. (Carla Gugino). Ia tak tahu-menahu tentang dunia paralel, dan sangat kaget ketika harus menghadapi ''dirinya yang lain'', yang ingin menghancurkan kebahagiaan hidupnya. Dengan maksud membuat kisah The One menarik, Wong dan Morgan menciptakan tokoh Gabe sebagai manusia berkekuatan super pula.


The-one Misi pamungkas Yulaw tentu saja dibikin tak semudah membalik telapak tangan. Sebab, dua polisi penjaga Gerbang Multijagat selalu menguntitnya ke mana pun pergi. Mereka adalah Funsch (Jason Statham) dan Roedecker (Delroy Lindo). Dua detektif ini selalu berusaha mematahkan upaya Yulaw, di samping menjaga Gabe agar tak menjelma menjadi ''sang satu-satunya.''

Dari segi cerita, The One memang bisa dikategorikan sebagai film yang kurang oke. Kisah yang dipaparkan Wong dan Morgan tak jelas-jelas amat juntrungannya, dan menyisakan banyak pertanyaan. Misalnya, bagaimana jika dalam multijagat itu muncul banyak sekali the one yang punya sifat jahat seperti Yulaw?

Tampaknya, pembuat film tak terlalu memedulikan aspek cerita, dan lebih mementingkan segi teknologinya. Efek khusus yang diciptakan lewat komputer memang cukup mutakhir --mengingatkan kita pada film The Matrix. Penonton terhibur ketika Yulaw berhasil menangkis peluru yang disasarkan padanya. Atau ketika ia mengangkat dua sepeda motor besar dan menimpakannya pada Roedecker.

The-one Tak kalah menarik adalah gelar duel canggih ala Matrix antara Yulaw dan Gabe, antara Jet Li dan Jet Li. Untuk tampilan yang satu ini, tentu saja dibutuhkan karakter ciptaan komputer. Hasilnya? Gambar-gambar digital apik yang tercipta itu --sayang sekali-- justru memasung daya tarik alami olah wushu Master Jet Li.

Banyak kritikus film mengatakan, Jet Li salah langkah dengan menerima tawaran bermain dalam The One. Reputasi yang sedang dibangunnya dalam jagat sinema Amerika pun tercemar. Padahal, lewat dua film sebelumnya, Romeo Must Die dan Kiss of the Dragon, nama Li mulai merayap mantap di peta Hollywood.

[Wilis Pinidji]
[Film, Gatra Nomor 2 Tahun ke VIII Beredar 26 November 2001]


printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 02 December 2001 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer