spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
NUSANTARA
spacer
 
Lewat Peraturan Daerah
Merokok Siang Hari di Martapura Didenda Rp. 25.000

Martapura, 30 November 2001 15:36
PEMERINTAH Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mulai menerapkan sanksi bagi pelanggar Peraturan Daerah (Perda) No.10 Tahun 2001 mengenai larangan membuka warung, merokok dan sejenisnya di siang hari di bulan Ramadhan ini.

Pgs.Kabag Humas Pemkab Banjar, Drs.Syahda Mariadi, M.Si di Martapura, ibukota Kabupaten Banjar (40 Km dari Banjarmasin), Jumat membenarkan, bahwa pihaknya kini telah melakukan tindakan tegas terhadap pelanggar Perda Nomor 10 tahun 2001 itu.

Ia menerangkan, dalam upaya menegakkan Perda 10/2001 tersebut, Pemkab Banjar telah menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar Rp 25.000 dan membayar biaya sidang Rp 500, terhadap seseorang yang kedapatan sedang merokok di Pasar Batuah, Martapura.

Penemuan seseorang yang sedang merokok di tempat umum di siang hari bulan Ramadhan tersebut, merupakan hasil pengawasan yang dilakukan anggota Gerakan Umat Islam Anti Penyakit Masyarakat (Garusikat) Kabupaten Banjar.

Begitu pula pihak kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar disertai tim pengawas lainnya, juga berhasil menindak seorang pedagang bakso yang membuka usahanya di siang hari, sehingga dijatuhi hukuman denda Rp 100.000.

Selain itu, rencananya Sabtu, 1 Desember 2001, juga akan disidangkan pemilik warung makanan yang kedapatan membuka usahanya di siang hari Ramadhan, lanjutnya.

Dalam upaya mendukung penegakan Perda 10 Tahun 2001, Ketua Garusikat Kabupaten Banjar, K.H.Muhammad Suhaimi disertai 60 orang anggotanya, Rabu (28/11) selain menemui Wakil Bupati setempat, Mawardi Abbas, juga bersilaturahmi ke Kapolres AKBP Drs.H.Sugi Pamilih.

Saat pertemuan tersebut, Ketua Garusikat Banjar menyatakan dukungannya terhadap penegakan Perda 10/2001 serta usaha pemerintah untuk memberantas penyakit masyarakat (Pekat) lainnya di "bumi serambi Mekkah" Kalsel itu, terutama di Martapura yang dijuluki "kota santri".

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Mawardi Abbas menyambut positif atas dukungan serta usaha Garusikat tersebut, seperti turun ke jalan untuk turut melakukan pengawasan dalam pelaksanaan Perda 10/2001.

Wakil Bupat Banjar juga dengan tegas menyatakan, "Martapura adalah Martapura, oleh karenanya langkah-langkah yang ditempuh untuk memberantas Pekat harus menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya di Kalsel".

Juru bicara Pemkab Banjar melaporkan pula, bahwa langkah Garusikat tersebut mendapat dukungan penuh dari Kepala Polres Banjar, karena sesuai dengan program kepolisian yang memiliki komitmen untuk memberantas segala bentuk dan jenis Pekat.

Namun orang nomor satu di jajaran Polres Banjar itu juga berpesan, agar sementara ini kegiatan Garusikat tidak perlu
terlalu menyolok (drastis), paling tidak bisa membantu memimalisir angka kejahatan akibat pekat saja.

Garusikat Banjar berdiri 1 Muharram 1422 Hijriyah, kini beranggotakan 12.000 orang tersebar di kecamatan-kecamatan di kabupaten tersebut, demikian Syahda Mariadi. [Dh, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 02 December 2001 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer