spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
NUSANTARA
spacer
 
Theys Hiyo Eluay
Suara Saksi dari Skyland

topik-nov30-okeJayapura, 30 November 2001 00:01
KASUS penculikan dan pembunuhan Theys Hiyo Eluay rupanya dianggap tidak cukup kalau hanya ditangani polisi. Unsur Polisi Militer (POM) pun mulai dilibatkan. Tim penyelidik gabungan Polri dan POM, yang langsung didatangkan dari Jakarta, itu tiba di Bandara Sentani, Jayapura, Senin pekan ini, untuk melaksanakan misinya.

Tentu saja, tim gabungan ini akan menindaklanjuti penyelidikan. Dari temuan sebelumnya, sebetulnya polisi telah mengantongi segepok info mengenai para pelaku. ''Kalau dilukiskan sebagai seekor anjing, maka moncong, kepala, dan badannya sudah tampak jelas. Tinggal ekornya yang belum,'' kata Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Irian Jaya, Inspektur Jenderal Polisi I Made Mangku Pastika.

Agaknya, penyelidikan yang kini melibatkan POM TNI itu dilakukan karena polisi mengendus sinyal kuat bahwa mereka tak berwenang memeriksa sang ''ekor'' tadi. Maka, penafsiran yang bergulir mengatakan, elemen militer terlibat dalam kasus ini.

Kasus penculikan dan pembunuhan Theys itu sediri sebetulnya bukanlah aksi kejahatan yang rapi. Aksi kekerasan itu berlangsung di bawah tatapan mata sejumlah saksi. GATRA berhasil mengumpulkan keterangan banyak saksi mata yang bisa menggambarkan ''joroknya'' operasi teror tersebut.

Kesaksian penting itu, antara lain, datang dari para penumpang minivan Suzuki Carry warna biru, yang membawa Aristoteles Masoka, sopir Theys, ke Markas Satuan Tugas Komando Pasukan Khusus (Satgas Kopassus) Tribuana di Hamadi Hanorata, Jayapura.

Seorang saksi menuturkan, pada malam 10 November 2001, dia dan enam penumpang Suzuki Carry lain sedang dalam perjalanan dari Abepura ke Jayapura. Di perbukitan Skyland, 5 km dari Jayapura, kendaraan umum itu terhenti, jalan tersumbat. Sebuah mobil Toyota Kijang melintang di jalan, dalam posisi memepet Kijang yang lain. Tak lama kemudian, mobil yang terpepet itu meluncur ke arah Abepura. Mobil kedua pun bergegas balik arah dan meluncur ke Jayapura.

THEYS Tapi, Kijang pertama itu menarik perhatian para penumpang Suzuki Carry. Pasalnya, ketika mobil berjalan, seorang laki-laki tampak bergelantungan di pintu kanan depan mobil. Ia seperti tak rela setir mobil diambil alih secara paksa. Sejurus kemudian, mobil berhenti, dan tubuh laki-laki itu terpelanting jatuh.

Pria itu kemudian berlari ke arah Carry biru yang masih berhenti itu. Dengan gugup dan napas terengah-engah, pria tadi, yang kemudian menyebut dirinya Aristoteles Masoka, meminta tolong diantarkan ke Markas Satgas Kopassus Tribuana di Hamadi. Kepada para penumpang, Ari --demikian lelaki itu biasa dipanggil-- menceritakan bahwa Theys, yang Ketua Presidium Dewan Papua itu, diculik, dan ia meyakini pelakunya adalah oknum Satgas Kopassus. Maka, ia akan ke markas satgas itu untuk meminta pertanggungjawaban. Ari juga sempat menelepon ke rumah Theys di Sentani, 42 km dari Jayapura.

Mobil Suzuki Carry akhirnya sampai ke alamat yang dituju. Ari turun. Carry itu langsung tancap gas. Para penumpang dan pengemudi mengaku tak mau terlibat masalah.

Saksi lain yang kebetulan berada di markas militer itu mengatakan, ia melihat Ari digelandang oleh dua lelaki, lalu dibawa ke sebuah ruang. Di situ ia tampak menangis. Keberadaannya masih terlihat sampai lewat tengah malam. Hari berikutnya, ia seperti raib ditelan bumi, sampai sekarang.

Insiden di perbukitan Skyland itu tak cuma disaksikan para penumpang Carry biru tadi. Kepada GATRA, Christian Maniagasi menyatakan sempat melihat kejadian tersebut. ''Saya sedang melintas dengan sepeda motor ke Jayapura,'' ujar warga Abepura itu.

Pada 10 November malam, di Skyland, ia mengaku melihat Toyota Kijang warna gelap yang tiba-tiba menyalip mobil Kijang ''kapsul'' B-8997-TO dan mendadak berhenti, agak melintang di depannya. Sepintas, ia melihat Kijang kapsul itu membawa tiga orang: pengemudi, satu penumpang di jok depan, dan satu lainnya di jok tengah. Empat lelaki dari Kijang pertama lalu menghambur dan menghampiri mobil kedua, lalu masuk secara paksa.

THEYS Namun, si pengemudi Kijang kapsul, yang kemudian dikenali sebagai Ari itu, tak mau begitu saja menyerah. Ia mencoba bertahan di belakang setir, meski kakinya dibetot ke luar mobil. Toh, sejurus kemudian, setir diambil alih, dan Ari masih terus melawan dengan cara menggelantung di luar pintu mobil.

Kijang kapsul mulai bergerak, Ari tetap tak mau melepaskan diri dari mobilnya. Namun, ia cuma bertahan tak sampai 50 meter, sebelum kemudian terpelanting jatuh. Christian penasaran. Ia berniat membuntuti, tapi segera mengurungkan rencananya. Pasalnya, ia mengaku melihat tiga sepeda motor lain yang gelagatnya jelas mengawal Kijang kapsul itu. Seorang di antara penunggang sepeda motor itu disaksikannya membawa sepucuk pistol di pinggang belakang.

Sejumlah warga yang bermukim di sekitar tempat kejadian juga mengaku melihat peristiwa itu. Kepada GATRA, mereka menuturkan, sempat ada kegaduhan di situ. ''Saya mendengar ada suara rem mobil berderit,'' kata seorang warga, yang mengaku pendatang dari luar Papua. ''Saya mendengar teriakan meminta tolong,'' tutur yang lain.

Hampir bersamaan mereka mendatangi lokasi. Beberapa di antara mereka malah mencoba nyelonong mendekat dan mencari tahu apa yang terjadi. Tapi, mereka tak pernah bisa benar-benar mendekat. ''Sudah, tak ada apa-apa,'' kata seorang lelaki, yang diindikasikan anggota penculik, dengan nada tidak senang. Larangan itu makin serius, karena seorang pengendara sepeda motor ikut melarang sambil merintangkan trail-nya.

Cerita tentang mobil yang menghentikan mobil Theys, sepeda motor yang mengawalnya, klop dengan pengakuan beberapa saksi kepada GATRA. Mereka kala itu turut hadir dalam syukuran peringatan Hari Pahlawan di Markas Satgas Kopassus Tribuana di Hamadi.

Usai mengikuti acara, Theys Hiyo Eluay, 64 tahun, diantar Komandan Kopassus Tribuana, menuju mobilnya, Toyota Kijang B-8997-TO. Ia duduk di jok depan, di sisi sopir. Selain Theys dan Ari, mobil membawa penumpang lain, yakni seorang pria dengan kemeja safari warna abu-abu. Ia duduk di jok tengah.

THEYS Tidak lama setelah mobil Theys meninggalkan Markas Tribuana, sebuah Kijang warna merah, menurut keterangan sejumlah saksi, bergerak ke arah yang sama. Sebelumnya, masih menurut para saksi itu pula, sepeda motor jenis trail tampak lebih dulu meninggalkan markas.

Belakangan, polisi mengidentifikasi, mobil yang menghadang Theys itu ialah Toyoya Kijang warna merah bernomor polisi DS-1186-A. Kendaraan itu kini berada dalam tahanan Polda Irian Jaya. Kabar yang ramai beredar menyebutkan, mobil Kijang merah itu mirip betul dengan kendaraan operasional di Markas Tribuana. Dan belakangan diketahui, pelat nomor yang dipasang di mobil itu adalah pelat mobil Suzuki Baleno yang diketahui dimiliki warga sipil. Uniknya, belum ada petunjuk yang bisa mengaitkan pemilik Baleno itu dengan satuan Kopassus.

Segala tudingan yang dialamatkan ke pihak kesatuannya itu dibantah mentah-mentah oleh Komandan Satgas Kopassus Tribuana, Letnan Kolonel Inf. Hartomo. Ia menyatakan tak tahu-menahu tentang tewasnya Theys, dan menampik dugaan keterlibatan anak buahnya. ''Sangat bodoh kalau anggota Satgas Tribuana mau melakukannya,'' katanya. Hartomo malah mengutuk pembunuhan terhadap Theys itu sebagai tindakan biadab.

Menurut Hartomo, pihaknya selama ini merasa tidak bermusuhan dengan Theys dan keluarganya. ''Hubungan Satgas Tribuana dengan Theys Eluay selama ini harmonis, layaknya bapak dengan anak-anaknya,'' ujarnya. Bahkan, anggota Satgas Tribuana sudah tak asing lagi bagi keluarga Theys. Mereka sering bertandang ke rumah Theys di Jalan Bestuur Nomor 7, Sentani.

Hartomo menduga, para pelakunya adalah kelompok tertentu yang ingin menghancurkan hubungan baik antara Kopassus dan masyarakat Papua, melalui segala rekayasa yang terencana untuk mengambinghitamkan pihaknya. Ia juga meminta aparat hukum mengusut tuntas kasus ini, dan segera menangkap pelakunya untuk diproses secara hukum.

[Irwan Andri Atmanto, dan Erwin G. Tambunan (Jayapura)]
[Nasional Gatra Nomor 2 Tahun VIII, Beredar Senin 26 November 2001]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
BERITA TERKAIT  
spacer
 
terkait, $ID); ?>
 
spacer spacer  
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 02 December 2001 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer