spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
TEKNOLOGI & SAINS
spacer
 
VoIP
Pemerintah Tak Perlu Batasi Izin VOIP, Benar?

Jakarta, 17 November 2001 13:17
PEMERINTAH sesungguhnya tidak perlu membatasi pemberian izin penyelenggaraan jasa telekomunikasi melalui teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP) selama tarif telepon melalui jaringan tetap (fixed line) cukup kondusif dan bersaing.

Pengamat telekomunikasi, Eman Sumantri di Jakarta, Sabtu mengatakan, usaha VoIP sebenarnya seiring dengan reformasi bidang telekomunikasi, termasuk usaha yang tidak perlu dibatasi jumlah perizinannya.

"Artinya izin bisa disampaikan setiap waktu berdasarkan evaluasi melalui proses yang memenuhi syarat," ujar Eman yang juga seorang konsultan bidang informasi teknologi (IT) dan telekomunikasi.

Namun demikian, penerbitan izin VoIP saat ini dihadapkan pada sebuah dilema, yakni kalau VoIP diberlakukan dengan kondisi tarif telepon tetap yang belum kondusif atau tidak memenuhi standard "cost base", maka akan menjadi pesaing yang tidak sehat bagi penyedia jaringan.

Menurut dia, selisih tarif antara fixed telepon melalui jaringan kabel dengan komunikasi lewat VoIP sangat mencolok dengan kualitas yang tidak terlalu jelek sehingga menjadi pilihan bagi masyarakat.

Perbedaan tarif yang sangat mencolok akan berpengaruh terhadap pendapatan operator atau penyedia jaringan yang telah mapan seperti PT Telkom, PT Indosat dan PT Ratelindo.

"Akibatnya tidak ada daya tarik bagi investor penyelenggara jaringan untuk mengembangkan akses," ujarnya.

Sementara, bisnis VoIP tidak memiliki kontribusi terhadap investasi jaringan dan pengembangan jaringan, akibatnya yang akses masyarakat untuk menggunakan Internet menjadi berkurang. "Ini sangat merugikan perekonomian nasional," katanya.

Pemerintah Harus Segera Atur VoIP

Sementara itu, Wakil Pimpinan Tarif dan Interkoneksi PT Telkom, Mundarwiyarso mengatakan, banyaknya bisnis penyelenggaraan komunikasi melalui internet (VoIP) karena regulasi terlambat mengatur.

"Bisnis VoIP tumbuh menjamur karena biaya investasinya murah sehingga kepada masyarakat dijual "calling card" dengan tarif lebih murah 70 persen dari tarif percakapan telepon biasa," ujarnya.

Dikatakannya, para pelaku usaha VoIp membeli pelayanan yang murah namun tidak memiliki kompetensi di bidang telekomunikasi sehingga pelanggan dirugikan karena tidak ada layanan purna jual yang baik.

Dikatakannya, pemerintah seharusnya menentukan untuk menjadi pengusaha VoIP harus yang memiliki modal cukup dan kompeten di bidang telekomunikasi dan teknologi sebagai syarat mutlak.

"Sebab jika bisnis VoIP tidak segera diatur maka akan berbondong-bondong orang mendirikan usaha tersebut namun akhirnya "collapse" karena terjadi mekanisme pasar yang terbaik akan dipilih," ujarnya.

Layanan VoIP dulu dikembangkan sebaga alternatif layanan komunikasi murah untuk mengimbangi komunikasi lewat fixed telepon yang relatif lebih mahal namun kualitasnya baik. [Dh, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 02 December 2001 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdotdotdot1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer