spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
NUSANTARA
spacer
 
Soal Darurat Militer
Pemda dan DPR Tolak Darurat Militer di Aceh

Banda Aceh, 5 Januari 2001 09:23
Pemerintah Propinsi dan DPRD Aceh dengan tegas menolak pemberlakuan darurat sipil dan militer di daerah ini, karena kebijakan itu hanya akan menambah penderitaan rakyat.

"Kami dengan tegas menolak diberlakukannya darurat sipil maupun militer di Aceh, karena semua itu hanya akan menambah penderitaan rakyat," kata Gubernur Aceh Ir. Abdullah Puteh dan Ketua DPRD Aceh Tgk. Muhammad Yus secara terpisah di Banda Aceh, Jumat.

Gubernur dan Ketua DPRD Aceh itu dimintai komentarnya sehubungan dengan tidak diperpanjangnya masa Jeda Kemanusiaan untuk Aceh tahap II yang masa berlakunya akan berakhir pada 15 Januari 2001.

Berkaitan dengan habisnya masa Jeda Kemanusiaan itu beredar isu bahwa di Aceh akan dilakukan darurat sipil atau militer dan operasi militer.

Hal itu juga diperkuat dengan maklumat yang dikeluarkan Kapolda Aceh yang antara lain mengharapkan agar setiap warga sipil yang memiliki dan menyimpan senjata api agar segera diserahkan kepada aparat berwajib paling lambat 15 Januari 2001.

Gubernur Abdullah Puteh mengaku telah bertemu dengan sejumlah menteri dan pejabat di Jakarta dan masalah darurat sipil dan militer di Aceh belum pernah dibicarakan, namun demikian Pemda secara tegas menolak itu semua.

Ia mengatakan, meskipun Jeda Kemanusiaan berakhir dan dialog politik antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Swiss yang dijadualkan pada 6-10 Januari 2001 gagal, bukan berarti dialog penyelesaian masalah Aceh akan berhenti.

"Masalah penyelesaian Aceh tidak hanya tergantung pada dialog di Swiss. Itu kan dialog pada masa jeda. Kalau ini gagal, kan ada dialog lain yang bisa dikembangkan dengan pola dan format yang lebih baik lagi untuk penyelesaian konflik Aceh," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tgk Muhammad Yus mengatakan, kalaupun dialog RI-GAM di Swiss gagal, bukan berarti di Aceh akan diberlakukan darurat sipil atau militer, karena yang namanya darurat memang berat dan itu semua sudah menjadi trauma masyarakat Aceh terhadap kekerasan aparat TNI/Polri.

Ia berharap agar darurat sipil atau militer, termasuk operasi militer agar tidak terjadi di Aceh dan agar dicari cara lain untuk menyelesaikan masalah Aceh ini dengan tidak mengorbankan masyarakat sipil.

"Kita minta agar darurat sipil dan militer, termasuk operasi militer jangan terjadi di Aceh, karena masyarakat Aceh sudah sangat trauma dengan kekerasan yang dilakukan aparat TNI/Polri selama ini," demikian Muhammad Yus.

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 08 January 2001 >>
SuMTW ThFSa
dot123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer